Pages

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Maret 2013

Cemburu buta


Kobaran api cinta yang membara
Deramu yang membuat-Q lara
Pohon cinta nan asmara
Yang tak lagi rindang meneduhi qta
Hampir sang angin menumbangkannya
Di kala itu jua
Wahai sang pemadam api yang membara
Dapatkah kau memadamkan api yang membara di hatiq
Yang hampir melalap habis istana cinta
Di altar hati yang luas bak samudra
Berat memang tuk menerima
Kenyataan yang melanda
Serasa Q tak kuasa menerima
Apa yang telah melanda
Oh api cinta padamlah dikau dengan sendirinya



As Syakwa Ila Allah Ta’ala


Ya Allah ya ilahi arsyidni ila subulirrosyadi
Ya Allah ihdini nafsi ila sirotika al mustaqimi
Ya Allah ighfir li dzunubi
Ya Allah u'funi ana nafsi min kulli khotiati wal hafwati
Ya Allah taqobbal minni kulla hasanati
Ya Allah adzhib minnafsi kullal ba'si
Ya Allah adzhib minnafsi kullal hammi wal hazani
Ya Allah qowwini nafsi min kulli ibtilaika li nafsi
Ya Allah tamarkaz fikrota mukhhi li bahsi anil ulumi
Ya Allah haddi' minni fikroti
Ya Allah adzillani fi dzillika yauman la yadzilla illa dzilluka fihi
Ya Allah ya ilahi innama ana abdun min ibadika ad-dzuafai
Ya Allah ya ilahi istajib li duai

Senin, 18 Februari 2013

Pintu maaf

Di kala sang surya tak lagi menatap-Q ceria
Tersentak dalam sanubari-Q tuk berkata
Adakah dariku rasa salah yang mendera

Rabu, 06 Februari 2013

Bahtera Kehidupan


Wahai para insan
Jalan terjal kehidupan mu yang penuh cobaan
Wahai para insan
Titian kehidupanmu yang penuh lika-liku nan rintangan

“Anugrah Sang Maha Pemurah”

Sang senja datang menjelang
Kabut hitam pekat telah usang
Selimut dingin udara malam menghilang

“Ada udang di balik batu”

Setiap insan pasti mempunyai hati
Di dalam hati ada palung hati
Di dalam palung hati ada ujub, riya nan iri

Rabu, 23 Januari 2013

Tergantung Aku

Tuhan
Aku lupa Kau melupa
Aku ingant Kau mengingat
Aku jauh Kau menjauh

Teruntuk Kawanku

Senja kini mulai meredup
Hilang diganti sang malam
Langit malam yang gelap
Hanya ada secercah cahaya rembulan

“Bangkit dari Mati Suri”

Senyum itu telah kembali
Sekian lama tenggelam dalam mimpi
Membawa semua harapan tumbuh kembali
Terasa bangkit dari mati suri

PuisiQ

Mata Air Keruh
Nyanyian sungai menampar lembut
Menelusuri pori-pori kaki
Bulan terjatuh telanjang didalamnya
Awan kelam bercanda dengannya

Asmara Subuh

Asmara subuhku
Menjaga mata agar tetap terjaga di sepertiga malam terkahir
Bersimpuh .. bersujud serendah mungkin
Hanya berharap CintaMu, RahmatMu, Kasih sayangMu

Secuil Harapan

Kalut tanpa daya
Hilang terperdaya
Saat jalan yang kulalui kian sepi
Tanpa ada kata dan makna

CINTA

Cinta…
Satu kata berjuta makna
Tumbuh bersemi dalam diri manusia
Menyusup terbang jauh ke alam fana
Tanpa daya tanpa upaya

Segelas Kopi

Membuka mata hati saat berbicara
Tak hanya sekedar kata yang keluar
Tanpa tak mau tau arti dan maknanya